Jakarta, JIA XIANG - Cara jitu dalam menangani masalah sampah adalah memilahnya antara sampah organik dan non organik.
Upaya pemilahan itu harus dimulai dari setiap rumah tangga, sehingga memudahkan langkah pendaurulangan.
Seperti yang mulai diterapkan di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menjadikan Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing sebagai proyek percontohan pemilahan sampah mandiri agar residu tersebut menjadi lebih tersaring.
"Kami terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui program percontohan (pilot project) pemilahan sampah 100 persen di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman di Jakarta, baru-baru ini.
Ia mengatakan progres pengelolaan sampah di Rorotan menunjukkan perkembangan positif.
Kelurahan Rorotan dipilih sebagai proyek percontohan karena lokasinya yang berdekatan dengan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang strategis sebagai percontohan pengelolaan sampah terpadu.
"Kami menargetkan pada April sebanyak 14 RW di Kelurahan Rorotan mampu memilah sampah secara mandiri sehingga manfaat fasilitas RDF dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta Utara,” katanya.
Dalam menyukseskan program tersebut, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 11.000 ember pemilahan sampah kepada setiap Kepala Keluarga (KK).
Kemudian, empat tong "drop point" juga disediakan di setiap RT untuk memudahkan warga dalam menempatkan sampah yang sudah dipilah.
Menurut dia, partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi pengelolaan sampah berkelanjutan, tidak hanya pada tahap pemilahan, tetapi juga hingga proses pengolahan yang tepat guna," katanya.
Sementara Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto mengatakan program percontohan ini dilaksanakan secara bertahap di Jakarta Utara, dengan fokus awal di Kecamatan Cilincing.
Menurut dia, hingga saat ini, progres pengumpulan sampah organik telah mencapai 20 ton dalam kurun waktu tiga minggu.
Ia berharap program ini mampu menjadi model pengelolaan sampah berbasis sumber yang efektif dan berkelanjutan.
“Sekaligus mendukung upaya pengurangan timbulan sampah di Jakarta Utara," ujarnya.
Ketua RW 08, Kelurahan Rorotan, Ahmad Fauzi mengatakan pelaksanaan program tersebut telah berjalan pada seluruh RT wilayah itu sebanyak delapan RT.
Ia optimistis dengan target pemilahan sampah 100 persen dapat tercapai pada akhir April dan menjadi kebiasaan baru bagi warga.
"Alhamdulillah, respons warga sangat positif dan cukup antusias. Setiap rumah juga telah diberikan ember untuk mendukung pemilahan sampah," katanya.[JX/antaranews.com/Win]


Posting Komentar