Jakarta, JIA XIANG - Akhir-akhir ini memang masih diperdebatkan soal harga tiket pesawat perjalanan domestik yang semakin lama mengalami kenaikan, dan malahan jika dibandingkan tiket pesawat ke luar negeri semisal menuju ke Singapura atau Malaysia masih lebih jelas untuk harga yang diberikan.
Memang sejak 2024, wisatawan hingga pelaku usaha terus menyoroti harga penerbangan dalam negeri yang kerap lebih mahal dibandingkan rute internasional jarak dekat.
Persoalan keluhan mahalnya tiket pesawat domestik bukan hal baru. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengungkapkan ada empat komponen utama yang membuat maskapai nasional sulit bersaing dan berdampak langsung pada mahalnya harga tiket.
Huda mengungkapkan ada empat komponen utama yang membuat maskapai nasional sulit bersaing dan berdampak langsung pada mahalnya harga tiket.
"Pertama adalah pajak pertambahan nilai (PPN). Indonesia termasuk sedikit negara di dunia yang masih mengenakan PPN 11% untuk tiket pesawat rute domestik, sementara penerbangan internasional justru bebas PPN. Kondisi ini membuat tiket Jakarta-Medan bisa lebih mahal dibanding Jakarta-Kuala Lumpur," kata Huda (13/1/2025).
Kedua, bea masuk suku cadang pesawat. Huda menjelaskan sekitar 70% biaya perawatan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO) masih bergantung pada komponen impor. Beban pajak dan bea masuk ini secara signifikan meningkatkan biaya operasional maskapai.
Ketiga adalah harga avtur. Bahan bakar pesawat menyumbang sekitar 30-40% dari total biaya operasional maskapai. Minimnya kompetisi penyedia avtur di bandara-bandara besar membuat harga avtur di Indonesia sulit menyaingi negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Keempat, biaya layanan bandara yang langsung dibebankan ke harga tiket. Komponen ini turut membuat harga tiket semakin melambung, terutama pada rute-rute padat penumpang," jelasnya.
Akumulasi empat faktor tersebut membuat harga tiket domestik sulit turun, meski permintaan perjalanan udara terus meningkat, baik untuk pariwisata, logistik, maupun kebutuhan sosial yang lebih mendesak.
Yang lebih mencengangkan lagi soal harga tiket domestik dari Jakarta ke Papua itu sudah sebanding dengan harga tiket pesawat jarak jauh menuju ke Jepang ataupun Korea Selatan yang hanya beda Rp 1 juta saja.
Memang kalau untuk perjalanan jarak jauh semisal ke Cina, Jepang, maupun Korea Selatan harus memerlukan kesiapan dan apa yang harus perlu diurus. Mulai dari Paspor, pembuatan biaya Visa yang harganya lumayan, hingga harga tiket pesawat yang kadang tidak menentu. Apalagi kalau di musim liburan dan tentu harga tiket akan jauh lebih mahal dari yang seperti biasanya.[JX/bsd]



إرسال تعليق