Jakarta, JIA XIANG - Selama hampir dua dekade beroperasi, akhirnya PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) secara resmi menghentikan operasional KRL seri Tokyu 8500, KRL seri TM 7000, dan KRL seri JR 203. Ketiga rangkaian tersebut memang merupakan generasi pertama KRL berpendingin udara yang diimpor dari Jepang langsung pada tahun 2006 hingga 2011 silam.
Pelepasan ketiga rangkaian dilakukan melalui acara Last Run bertajuk “Arigato KRL” di Stasiun Jakarta Kota pada Selasa (11/11/2025). Acara ini diinisiasi oleh komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS). Selain dihadiri penggemar sepur, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia dan Direksi PT KCI.
Asdo Artriviyanto selaku Direktur Utama PT KCI mengatakan bahwa kehadiran KRL seri 8500, 7000, dan 204 menjadi simbol persahabatan Indonesia–Jepang dalam pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan. Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi tersebut, ketiga rangkaian akan ditetapkan sebagai cagar budaya.
"Pemerintah Jepang telah banyak membantu pengembangan ekosistem perkeretaapian di Indonesia," kata Asdo.
![]() |
| Asdo Atriviyanto (tengah) menyatakan resmi dipensiunkan dari ketiga KRL generasi pertama dalam pidato siang hari |
Menurut dia, ketiga seri KRL tersebut merupakan rangkaian ber-AC pertama yang menandai titik awal peningkatan kualitas layanan KRL di Jabodetabek.
"Ketiga seri ini adalah agen perubahan yang berperan besar dalam membentuk layanan commuter line seperti yang kita kenal sekarang," jelas Asdo.
Ketua IRPS, Ricki Dwi Agusti, mengatakan tradisi Last Run terinspirasi dari budaya penggemar kereta di Jepang, yang menggelar acara serupa sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum rangkaian memasuki masa pensiun.
“KRL 8500 atau yang dikenal dengan KRL Jalita adalah ikon commuter-nya Indonesia. Last Run ini menjadi bentuk penghormatan bagi pelanggan dan pengguna yang telah menemani perjalanan warga Jabodetabek selama bertahun-tahun,” ujar Ricki.
![]() |
| Penampakan ruang masinis dari KRL Jalita |
![]() |
| KRL Jalita yang berusia 100 tahun tujuan Jakarta Kota - Tanjung Priok |
KRL seri 8500, khususnya rangkaian 8613F, berasal dari Tokyu Railway, operator kereta swasta di Jepang. Rangkaian ini merupakan bagian dari generasi kedua KRL 8500 yang menggunakan teknologi field chopper control, dan mulai beroperasi di Jepang sejak 1975 pada Jalur Den-en-toshi, yang berarti “kota kebun”.
Ketiga seri KRL tersebut diimpor pada masa PT KAI yang telah berhasil membenahi layanan kereta perkotaan Jabodetabek. Kehadirannya sekaligus menandai berdirinya KAI Commuter sebagai anak perusahaan yang fokus pada layanan KRL komuter. Sebelum itu, operasional KRL perkotaan ditangani langsung oleh PT KAI.
Ini merupakan perubahan besar yang dibawa KRL Jalita dari Jepang. Sebelum adanya armada ber-AC, tentunya sangat tidak ramah penumpang, terlebih lagi sering berdesak-desakan di kereta tanpa pendingin alias pintu rangkaian kereta terbuka lebar hingga jendela kereta, sampai-sampai pernah para penumpang nekad naik ke atap rangkaian gerbong kereta.
![]() |
| Antrian pengunjung museum KRL Jalita |
![]() |
| Antusias pengunjung sampai-sampai ada yang mengabadikan dalam bentuk sketsa gambar |
Setelah hampir dua dekade, penumpang merasakan betul transformasi layanan kereta perkotaan. Hingga kini penumpang dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman karena fasilitas dan pengelolaannya jauh lebih baik.
Awal perubahan transportasi KRL itu dimulai sejak tahun 2013, dimana penertiban itu dilakukan oleh Ignatius Jonan, eks Menteri Perhubungan yang mampu merubah wajah KRL maupun perkereta apian menjadi layak bagi penumpang.[JX/bsd]


.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

إرسال تعليق