Jakarta, JIA XIANG - Pemerintah Jepang mengumumkan imbauan bagi para pelancong untuk menyimpan bank daya atau powerbank di tempat yang terlihat selama dalam penerbangan.
Imbauan ini menyusul adanya serangkaian insiden baterai ponsel terbakar dalam penerbangan.
Dikutip dari Kyodo, Selasa, Staf maskapai di sejumlah bandara di seluruh Negeri Sakura itu mulai meminta kerja sama para penumpang, sementara staf grup All Nippon Airways di titik keberangkatan Bandara Haneda, Tokyo, mendesak agar tidak menyimpan power bank di kompartemen atas di dalam pesawat.
"Demi keselamatan, kami ingin meminta pengertian dan kerja sama," kata salah satu staf.
Baterai litium-ion yang digunakan powerbank dapat terbakar akibat benturan fisik, degradasi yang terjadi secara bertahap.
Hal lain yang harus diingat pelancong yakni baterai ponsel tidak diperbolehkan dibawa dalam bagasi terdaftar, dan ada batasan jumlah dan kapasitas yang diizinkan dalam bagasi kabin.
Sebelumnya, kejadian powerbank terbakar sempat terjadi di salah satu maskapai di Korea Selatan.
Kebakaran tersebut menimpa maskapai Air Busan di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan.
Pada Selasa, (28/1/2025) pesawat yang seharusnya terbang menuju Hong Kong tiba-tiba terbakar sesaat sebelum lepas landas.
Situasi darurat ini membuat 176 orang yang berada di dalam pesawat yang terdiri dari 169 penumpang dan tujuh awak kabin harus dievakuasi dengan cepat menggunakan perosotan darurat.
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun tujuh orang mengalami luka ringan.
Sementara itu, hampir separuh badan pesawat dilaporkan hangus akibat kebakaran yang terjadi.[JX/antaranews.com/Win]
Posting Komentar