F1:The Movie Jadi Rating Teratas Dalam Sejarah Film Balap 2025

Jakarta, JIA XIANG - Salah satu film yang paling diminati sekaligus pecinta lomba balap Formula 1 atau F1, kini mengukir sejarah dalam dunia perfilman manapun. Pilihan actor juga menjadi suatu bagian penting agar film memiliki daya tarik tersendiri dan salah satunya ialah Bradd Pit berperan sebagai Sonny Hayes dan Damson Idris sebagai Joshua Pearce.

Kedua actor inilah menjadi pilihan Joseph Kosinski menurutnya ini sudah merupakan inti penting dari bagian karakter tim balap APXGP. 

“Ini sesuai yang saya perkirakan, dan ini adalah keputusan yang tepat untuk memilih mereka berdua. Alhasil film ini sukses besar dan para penonton menyukainya”, kata sang sutradara. 

Film yang telah lama ditunggu-tunggu sejak kemunculan trailer film F1 di 2024 lalu , yang kini telah melampaui ekspektasi box office dengan debutnya yang mengesankan setelah mendulang pemasukan 144 juta dolar di seluruh dunia.

Dan film ini laris manis pada musim panas ini mencatatkan 55,6 juta dolar di Amerika Serikat dan 88,4 juta dolar di luar negeri, menjadikannya sebagai kreasi Apple Original tersukses. Selain itu juga menjadi peluncuran film tersukses bagi Brad Pitt dalam kariernya, dengan mengalahkan World War Z yang menghasilkan 112 juta dolar pada 2013. 

Untuk Apple, film ini mengalahkan Killers of the Flower Moon yang dibuka 23,2 juta dolar, dan Napoleon dari Ridley Scott yang hanya menghasilkan 20,6 juta dolar. Setelah beberapa kali mengalami kegagalan, perusahaan teknologi ini sekarang memiliki contoh kesuksesan - sesuatu yang dapat ditiru di masa mendatang.

"Debut film yang luar biasa ini mencerminkan kegembiraan Formula 1 dan kisah yang sangat emosional dan menghibur yang dibuat oleh seluruh pemeran dan tim kreatif," kata Zack Van Amburg, kepala video Apple di seluruh dunia bersama Jamie Erlicht. "Dedikasi dan inovasi mereka telah mendorong pengalaman sinematik yang tak terlupakan."

Disisi lain film F1, memiliki IMAX merupakan daya tarik utama bagi para penonton, dengan 23 persen dari penjualan tiket di Amerika Utara berasal dari format tersebut. Hal ini menghasilkan pendapatan sebesar 12,8 juta dolar.

CEO IMAX, Rich Gelfond, secara alamiah ingin agar para penonton menggunakan format IMAX untuk menikmati film ini.

"Dengan adegan balapan paling realistis yang pernah ada dalam film, F1: The Movie sangat menuntut untuk dapat dinikmati dalam format IMAX dan para penonton di seluruh dunia telah memahami pesan tersebut. Joseph Kosinski dan Jerry Bruckheimer telah berinovasi dan mendorong teknologi kami ke batas-batas yang baru untuk menghadirkan film yang dirancang khusus untuk IMAX, dan kami berharap para penonton bioskop akan terus mencari layar kami untuk menyaksikan film F1: The Movie selama akhir pekan liburan di Amerika," ucapnya.

Selain dari segi kualitas visual IMAX, soundtracknya pun tidak kalah istimewa yang dikurasi selama menonton film ini. Hans Zimmer menghadirkan skor yang menggugah, sementara deretan lagu ikonik dari Led Zeppelin hingga Chris Stapleton sukses mendongkrak atmosfer. Lagu "Whole Lotta Love" dari Zeppelin yang membuka film benar-benar membangun suasana penuh adrenalin, sementara "Bright Lights" dari Gary Clark Jr. menjadi anthem sempurna untuk kisah comeback Sonny Hayes.

Sebelum film ditayangkan secara menyeluruh di belahan dunia, F1:The Movie mendapatkan nilai rating 89% oleh Rotten Tomatoes. 

F1: The Movie memang menawarkan hiburan visual yang luar biasa. Karisma Brad Pitt, chemistry para pemain, serta visualisasi balapan yang autentik spektakuler menjadikan film ini sebagai tontonan ideal.

Akhir dari cerita film, Sonny Hayes memutuskan untuk pensiun dan keluar dari dunia balap termasuk juga F1. Pesan dari alur cerita film “F1:The Movie” bahwa menjadi seorang pembalap bukanlah hal yang gampang. F1 memang balapan bergengsi dan dilirik oleh seluruh dunia, namun kompetisi sengit membuat pembalap harus berpacu lebih keras demi meraih poin dan reputasi tim balap.[JX/bsd] 

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut