Jakarta, JIA XIANG - Musim kemarau biasanya datang dengan udara yang lebih panas.
Di musim ini seringkali membuat persediaan air di rumah terasa lebih cepat berkurang.
Cuaca yang panas membuat kebutuhan air meningkat, mulai dari kebutuhan air untuk minum, mandi, mencuci sampai menyiram tanaman.
Kalau tidak digunakan dengan bijak, air yang tersedia bisa habis lebih cepat dari biasanya.
Bagi sebagian orang, menghemat air mungkin terdengar seperti hal biasa.
Padahal, kebiasaan sederhana dalam menggunakan air bisa memberikan dampak yang cukup besar, terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Saat musim kemarau, kita mulai menyadari bahwa air tidak selalu tersedia dalam jumlah yang sama.
Ada kalanya kita harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan air bersih atau melihat orang-orang di sekitar mulai lebih menghemat dalam menggunakan air.
Menghemat air bisa menjadi langkah untuk membuat penggunaan air menjadi lebih efisien.
Kita jadi lebih sadar bahwa air bukan sesuatu yang bisa digunakan tanpa batas.
Apalagi di tengah musim kemarau ini, ada wilayah perumahan yang mengalami penurunan ketersediaan air sehingga masyarakat harus menggunakannya secara lebih bijak.
Sebenarnya ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan tanpa membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit, ketika kesulitan mendapatkan air di musim kemarau.
Berikut ini ada beberapa tips untuk menghemat air yang bisa mulai diterapkan di rumah.
Gunakan air secukupnya saat mandi
Mandi memang menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi bukan berarti air harus digunakan sebanyak-banyaknya.
Jika menggunakan shower, usahakan tidak terlalu lama berada di bawah aliran air.
Anda juga bisa menggunakan gayung dan ember untuk mengontrol jumlah air yang digunakan.
Hal yang paling penting bukan mengurangi kebersihan, tetapi menghindari penggunaan air secara berlebihan.
Selain itu, biasakan diri menutup keran ketika air tidak sedang digunakan.
Saat menyikat gigi misalnya, tidak perlu membiarkan air terus mengalir.
Hal yang sama bisa dilakukan ketika mencuci tangan atau menggunakan sabun ketika mandi.
Manfaatkan kembali air yang masih layak pakai
Air yang masih layak digunakan juga sebaiknya jangan langsung dibuang.
Contohnya seperti air bekas membilas beras, mencuci buah dan sayuran bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.
Sedangkan, air AC yang menetes dan air bekas merendam pakaian yang belum diberikan deterjen, bisa dimanfaatkan untuk menyiram atau membersihkan area luar rumah.
Dengan begitu, satu air bisa digunakan untuk lebih dari satu kebutuhan.
Cara ini cukup sederhana dan bisa menjadi kebiasaan yang bermanfaat selama musim kemarau.
Periksa kebocoran pada keran dan pipa air
Cobalah memeriksa keran, sambungan pipa, toilet dan tempat penampungan air secara rutin.
Jika menemukan kebocoran, segera lakukan perbaikan.
Tetesan air yang terlihat kecil mungkin sering kita abaikan, tetapi jika berlangsung setiap hari, air yang terbuang tentu tidak sedikit.
Selain menghemat air, langkah ini juga bisa membantu menjaga kondisi instalasi air di rumah.
Musim kemarau bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengubah kebiasaan.
Mulai dari membatasi penggunaan air, menggunakan kembali air yang masih layak sampai memperbaiki kebocoran dapat membantu mengurangi pemborosan air.
Musim kemarau juga bisa menjadi pengingat bahwa air merupakan sumber daya yang perlu dijaga.
Dengan melakukan kebiasaan sederhana ini, kita bisa membantu menjaga ketersediaan air lebih lama.[JX/Stella]


Posting Komentar