Jakarta, JIA XIANG - Mimpi sering terasa seperti sebuah film fantasi yang diputar diam-diam saat kita sedang tidur.
Saat sedang bermimpi, sebuah kejadian bisa terasa sangat nyata. Kita bisa merasa sedang berada di tempat tertentu, bertemu seseorang yang sudah lama tidak ditemui atau mengalami kejadian yang tidak pernah terjadi di kehidupan nyata.
Tetapi begitu bangun tidur, memori mimpi tersebut sering kali perlahan menghilang. Beberapa detik setelah membuka mata, kita masih bisa mengingatnya dengan cukup jelas.
Setelah beberapa menit, sebagian besar detailnya mulai terasa samar.
Tidak lama kemudian yang tersisa hanya perasaan bahwa tadi malam kita bermimpi.
Hal seperti ini sebenarnya sangat umum terjadi. Lupa isi mimpi setelah bangun tidur bukan berarti ada masalah pada otak atau daya ingat Anda.
Mimpi memang memiliki sifat yang berbeda dari pengalaman sehari-hari sehingga lebih mudah terlupakan.
Mimpi yang terasa kuat secara emosional bisa lebih mudah meninggalkan kesan dalam ingatan.
Karena itu, kita mungkin lupa puluhan mimpi biasa, tetapi masih ingat satu mimpi yang terasa sangat nyata.
Ketika tidur, otak tetap bekerja. Salah satu tahap tidur yang berkaitan dengan mimpi yang cukup jelas adalah fase REM.
Pada tahap ini, aktivitas otak meningkat dan mimpi dapat terasa sangat hidup.
Meskipun begitu, tidak semua informasi yang muncul dalam mimpi akan disimpan sebagai ingatan jangka panjang.
Mimpi sering kali muncul dengan alur yang tidak teratur. Satu kejadian bisa berpindah ke kejadian lainnya tanpa penjelasan yang masuk akal.
Saat mata terbuka, otak kembali menerima banyak informasi dari lingkungan.
Kita melihat kamar, mendengar suara, merasakan suhu udara, melihat jam dan mulai memikirkan aktivitas yang harus dilakukan.
Semua informasi baru tersebut membuat perhatian kita berpindah.
Mimpi yang sebelumnya menjadi pusat perhatian akhirnya tergeser oleh kenyataan.
Kebiasaan langsung melihat ponsel setelah bangun tidur juga bisa membuat perhatian berpindah dengan sangat cepat.
Satu notifikasi bisa membuat kita memikirkan isi pesan. Satu video bisa membawa perhatian ke cerita lain.
Setelah itu, kita mulai memikirkan pekerjaan, berita, rutinitas atau berbagai urusan sepanjang hari.
Walaupun sebagian besar mimpi cepat hilang, ada juga mimpi yang sulit dilupakan.
Biasanya, mimpi tersebut memiliki sesuatu yang terasa kuat.
Bisa berupa rasa takut yang luar biasa, kebahagiaan, kesedihan, kejutan atau pengalaman yang terasa sangat nyata.
Mimpi buruk menjadi salah satu contoh yang mudah diingat. Setelah terbangun, seseorang masih bisa merasakan ketegangan atau rasa takut yang muncul dalam mimpi.
Jika ingin lebih sering mengingat mimpi, hal paling sederhana adalah memberikan waktu beberapa saat setelah bangun.
Tidak perlu langsung berdiri atau membuka ponsel. Tetap diam beberapa menit dan biarkan pikiran kembali menyusuri mimpi yang baru saja dialami.
Mencatat mimpi juga dapat membantu. Tidak perlu menulis seperti membuat cerita panjang. Beberapa kata kunci sudah cukup untuk menyimpan jejaknya.
Pada akhirnya, tidak mengingat isi mimpi setelah bangun tidur merupakan hal yang sangat wajar.
Otak tetap aktif selama tidur dan dapat menghasilkan berbagai cerita yang terasa nyata, tetapi tidak semua pengalaman tersebut akan bertahan dalam ingatan setelah kita terbangun.[JX/Stella]


Posting Komentar