Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Asap lembut mengepul dari semangkuk kecil yang tersaji. Porsinya tak sebesar segenggam tangan.
Namun, wewangian dari isian mangkuk membuatku teringat bahwa hidangan ini sering kumakan dengan lahap.
Rasanya pun tak berbeda, kaldunya terasa manis dan aromanya menusuk hidung.
Yang lebih menarik perhatianku adalah bentuknya yang seperti benang-benang kuning yang mengumpul.
Saat dimakan, mi itu pun tak mudah putus. Teksturnya kenyal dan rasanya gurih, selalu membuatku ingin mencicipinya lagi.
Kaldu udangnya terasa begitu kuat hingga seakan menggigit sampai ke sumsum tulang.
Mi Hongkong selalu mengingatkanku kembali pada rasa gurihnya.
Lebih-lebih dengan wonton yang kulitnya lembut sebagai pendamping menu.
Semua itu selalu membuatku ingin kembali menikmatinya, sekaligus mengingatkanku pada Hongkong, negara yang pernah menjadi jajahan Inggris.***






Posting Komentar