Keindahan Chaka Salt Lake: Tunjukkan Kepiawaian Tiongkok Kelola Destinasi Wisata

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Apa yang menarik di kota Xining, Tiongkok? 

Datarannya yang berada sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut, atau pemandangan padang rumput yang menghijau di musim panas? 

Atau mungkin Qinghai Lake, danau yang luas dengan pemandangan pegunungan di sekitarnya?

Tak kalah menarik adalah Chaka Salt Lake, danau garam dengan airnya yang asin dan hamparan putih yang memantulkan langit.

Di antara hal-hal di atas, yang paling berkesan adalah Chaka Salt Lake, danau garam yang mengundang orang bertanya-tanya: mengapa air danau ini asin? 




Dan mengapa, meskipun airnya asin, danau ini bisa membeku?

Pertanyaan tersebut tak luput dari ilmu pengetahuan, dengan jawaban yang sebenarnya sederhana. 

Air dari sungai mengalir ke cekungan danau, membawa berbagai mineral. 

Air kemudian perlahan menguap di bawah terik matahari, terutama pada musim panas. 

Sementara airnya menguap, mineral dan garam tetap tertinggal di dalam danau.



Lama-kelamaan, musim panas beralih ke musim dingin. Suhu yang semakin rendah membuat sisa air danau mulai membeku. 

Meskipun airnya asin, pada suhu yang cukup rendah air tersebut tetap dapat membeku. 

Proses alam inilah yang membuat Chaka Salt Lake berubah menjadi hamparan es.

Namun, kawasan ini menjadi semakin menarik bukan hanya karena es yang membeku, tetapi juga karena karya manusia yang hadir di atasnya. 

Pahatan es berbentuk wajah manusia dalam berbagai bentuk dan lukisan yang memukau menjadi daya tarik tersendiri.




Di sinilah terlihat kepiawaian Tiongkok dalam menarik dunia pariwisata: memadukan keindahan alam dengan kreativitas manusia.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut