Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Memang susah membedakan jenis daging, apakah daging sapi atau unta.
Kedua macam daging ini disajikan dengan tampilan yang serupa.
Ketika aku berada di Dunhuang, Gansu, aku tertarik pada beberapa jenis makanan yang dijual para pedagang di pasar malam Shazhou Night Market (沙洲夜市).
Salah satunya sate. Tapi, itu daging apa?
Hatiku mulai meraba-raba. Bisa saja daging sapi, kambing, atau bahkan unta. Sebab, yang tergantung di lapak pedagang adalah kepala kambing.
Pemandangan itu justru membuat rasa penasaranku semakin besar.
Aku memperhatikan potongan-potongan daging yang ditusuk pada lidi, kemudian dibakar di atas bara api.
Asap mengepul, aroma daging panggang menguar ke udara.
Di tengah keramaian pasar malam Dunhuang, sate itu tampak begitu menggoda.
Ingin rasanya mencicipi.
Tetapi tiba-tiba aku teringat pada kondisi tubuh sendiri.
Bolehkah aku menyantapnya, sementara tekanan darahku sedang tinggi?
Ragu bercampur tergoda. Akhirnya, niat itu tak kesampaian.
Sate itu pun kutinggalkan, tetapi rasa penasaranku tidak.
Pertanyaan tentang daging yang tak sempat kucicipi itu terbawa sepanjang perjalanan.
Sampai akhirnya, ketika berada di sebuah restoran etnis Han, seorang pelayan menawarkan makanan yang katanya spesial dan unik dari Dunhuang.
Aku langsung tertarik. "Apa itu?” tanyaku dalam hati, penuh penasaran.
Barangkali, inilah kesempatan untuk menemukan jawaban dari rasa penasaran yang sejak tadi mengikutiku.
Dan ketika hidangan itu datang, aku mulai bertanya-tanya: jangan-jangan ini yang selama ini kucari—rasa yang kukira sapi, tetapi ternyata unta.
Kucicipi perlahan. Rasanya tak jauh berbeda dari daging sapi.
Kenyal, dengan tekstur yang agak keras. Terus terang, lidahku sulit membedakan keduanya.
Sapi dan unta seperti bermain petak umpet di ujung lidah.
Lalu, kepada siapa aku harus bertanya tentang rasa?
Barangkali kepada pelayan yang menyajikannya. Atau kepada lidah sendiri yang sejak awal merasa yakin bahwa yang disantap adalah sapi.
Lidahku berkata sapi, ternyata unta.***






Posting Komentar