Jakarta, JIA XIANG - Lada, salah satu unsur penting berbagai masakan, bukan lagi tanaman yang hanya bisa ditandur di kawasan tertentu.
Bangka, contohnya, dikenal sebagai daerah penghasil lada di Indonesia.
Kini, lada bisa ditanam oleh individu-individu di pekarangan rumah masing-masing.
Seperti halnya cabai, bertanam lada perdu (Piper nigrum) di halaman rumah pun semakin diminati karena tidak memerlukan tiang panjat seperti lada rambat.
Lada perdu tumbuh berbentuk semak, mudah dirawat, dan cocok ditanam di pekarangan maupun lahan sempit dengan perawatan yang lebih praktis dan hemat biaya.
Lada perdu dapat ditanam dalam pot atau polybag sehingga cocok untuk rumah dengan halaman terbatas.
Tanaman ini mudah dipanen karena seluruh bagian tanaman dapat dijangkau tanpa memanjat.
Selain itu, kebutuhan tenaga dan biaya perawatan juga lebih rendah dibanding lada rambat.
Keunggulan lain lada perdu adalah mampu berbuah lebih cepat, sekitar 1–2 tahun setelah tanam, dan dapat menghasilkan buah sepanjang tahun.
Selain bernilai ekonomis, tanaman ini juga memiliki nilai estetika sehingga dapat mempercantik halaman rumah sebagai tanaman hias sekaligus penghasil rempah.[JX/Win]


Posting Komentar