Roti Berjamur padahal Belum Kadaluwarsa. Kok Bisa?

Jakarta, JIA XIANG - Roti merupakan salah satu makanan yang cukup mudah berjamur.

Kondisi ini bisa terjadi bahkan ketika tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada kemasan masih beberapa hari atau minggu lagi. 

Hal tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang aneh, karena munculnya jamur pada makanan tidak hanya ditentukan oleh tanggal kadaluwarsa.

Tanggal kadaluwarsa pada kemasan dibuat berdasarkan kondisi penyimpanan tertentu.

Produsen biasanya sudah melakukan pengujian untuk memperkirakan berapa lama produk dapat mempertahankan kualitasnya jika disimpan sesuai petunjuk. 

Namun, setelah roti sampai di rumah, kondisi penyimpanannya bisa berbeda-beda.

Suhu, kelembaban, kebersihan dan cara membuka atau menutup kemasan dapat memengaruhi kondisi roti. 

Namun, salah satu penyebab roti lebih cepat berjamur adalah kelembaban. 

Roti memiliki kandungan air yang dapat mendukung pertumbuhan jamur. 

Jika roti disimpan di tempat yang lembab atau kemasannya tidak tertutup dengan baik, udara dan kelembaban dari luar dapat masuk. 

Kondisi tersebut dapat membuat jamur tumbuh lebih cepat.

Tempat penyimpanan roti di rumah juga perlu diperhatikan. 

Jangan sampai roti diletakkan di sembarang tempat, misalnya di dekat sumber panas atau tempat yang terkena kelembapan tinggi. 

Roti yang diletakkan di tempat yang panas dan lembab, cenderung lebih cepat mengalami perubahan dibandingkan roti yang disimpan dalam kondisi yang sesuai.  

Cara menangani roti setelah kemasan dibuka juga dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur. Ketika kemasan roti dalam kondisi masih tertutup, roti memiliki perlindungan yang lebih baik dari lingkungan luar. 

Setelah dibuka, roti bisa berpeluang bersentuhan dengan tangan, pisau, meja atau udara di sekitarnya. 

Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan dan peralatan juga cukup penting. 

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum mengambil makanan dan menggunakan peralatan yang bersih dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi.

Hindari menyentuh roti dengan tangan yang kotor dan jangan menggunakan pisau atau peralatan yang sudah terkena sisa makanan lain. 

Kemasan roti juga sebaiknya ditutup kembali dengan rapat setelah dibuka. 

Roti yang sudah berjamur sebaiknya tidak hanya dipotong pada bagian yang terlihat berjamur.  Makanan yang teksturnya lunak dan berpori-pori seperti roti, pertumbuhan jamur bisa saja sudah menyebar ke bagian-bagian yang belum terlihat oleh mata. 

Artinya, bagian yang tampak bersih belum tentu benar-benar bebas dari pertumbuhan jamur. 

Jika sudah terlihat jamur pada roti, pilihan yang paling aman adalah membuang seluruh roti. 

Jangan mencoba mencium atau mencicipinya untuk memastikan apakah roti masih aman untuk dimakan. 

Memasak atau memanggang roti yang sudah berjamur juga bukan cara yang tepat untuk membuatnya kembali aman.

Hal penting lainnya adalah memahami bahwa tanggal kedaluwarsa bukan berarti makanan pasti aman sampai tanggal tersebut dalam semua kondisi. 

Tanggal tersebut berkaitan dengan kondisi penyimpanan yang sesuai. 

Jika makanan disimpan dengan cara yang tidak tepat, kerusakan bisa terjadi lebih cepat.

Misalnya, roti memiliki tanggal kedaluwarsa sekitar tiga hari lagi. Namun, selama beberapa hari roti disimpan di tempat yang lembap dan kemasannya sering terbuka. 

Dalam kondisi seperti itu, jamur bisa saja muncul sebelum tanggal yang tercantum pada kemasan. 

Jadi, tanggal yang masih lama tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan kondisi roti.

Pada akhirnya, roti yang masih belum kedaluwarsa belum tentu selalu dalam kondisi yang baik. 

Cara menyimpan dan kondisi roti setelah dibuka juga sangat mempengaruhi. 

Kalau sudah terlihat jamur, lebih baik tidak mengambil resiko untuk mengonsumsinya.[JX/Stella]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut