Minum Air Hujan, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Jakarta, JIA XIANG - Hujan yang turun dari langit sebenarnya berasal dari air yang sudah ada di bumi. Panas matahari membuat air laut, sungai dan danau menguap. 

Uap tersebut kemudian naik ke udara dan membentuk menjadi awan. 

Ketika suhu di sekitar awan cukup dingin, uap air berubah menjadi titik-titik air. 

Titik-titik air itu lama-kelamaan semakin banyak dan bergabung menjadi tetesan yang lebih besar.

Ketika butiran air di dalam awan semakin besar dan berat, air tersebut akhirnya jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Proses alami ini membuat air hujan terlihat seperti sumber air yang bersih. 

Akan tetapi, hal ini bukan berarti air hujan otomatis bebas dari kotoran dan aman untuk diminum. 

Air hujan bisa membawa berbagai zat dari udara maupun kotoran dari permukaan tempat air tersebut ditampung. 

Karena itu, air hujan sebaiknya tidak langsung diminum tanpa pengolahan yang tepat.

Air hujan yang terlihat jernih belum tentu memiliki kualitas yang aman untuk dikonsumsi. 

Ada berbagai jenis kontaminan yang tidak dapat dilihat dengan mata, seperti bakteri, virus, parasit dan zat kimia tertentu. 

Kondisi lingkungan bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas air hujan.

Kawasan perkotaan, kawasan industri atau daerah dengan banyak kendaraan dapat memiliki lebih banyak partikel pencemar di udara yang berpotensi terbawa oleh air hujan. 

Selain dari udara, pencemaran juga bisa terjadi setelah air hujan menyentuh permukaan rumah. 

Atap dan talang yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkumpulnya debu, daun kering, kotoran burung dan berbagai kotoran lainnya. 

Semua itu berpotensi ikut terbawa masuk ke tempat penampungan.

Air hujan sebenarnya dapat digunakan sebagai sumber air minum apabila diolah dengan cara yang tepat. 

Proses pengolahan bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme dan kontaminan yang berpotensi membahayakan kesehatan. 

Salah satu cara yang umum dilakukan adalah merebus air hingga mendidih untuk membantu membunuh banyak mikroorganisme penyebab penyakit. 

Merebus air memang dapat membantu membunuh banyak mikroorganisme penyebab penyakit, tetapi perlu dipahami bahwa merebus tidak otomatis menghilangkan semua jenis bahan kimia atau pencemar. 

Zat kimia tertentu misalnya, membutuhkan metode pengolahan lain agar air dapat benar-benar bersih dan aman untuk dikonsumsi.

Air hujan sebenarnya memiliki banyak manfaat. Air yang ditampung dengan cara yang benar, dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga yang tidak berkaitan dengan konsumsi. 

Contohnya untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan atau keperluan lainnya.

Pemanfaatan air hujan juga dapat membantu mengurangi penggunaan air bersih untuk aktivitas yang tidak membutuhkan air minum.

Jadi kesimpulannya, air hujan tidak sebaiknya diminum secara langsung meskipun berasal dari proses alami dan tampak bersih, karena air hujan dapat terkontaminasi selama berada di atmosfer maupun setelah menyentuh atap, talang dan wadah penampungan. 

Air hujan tetap bisa dimanfaatkan, terutama untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak membutuhkan air layak minum. 

Jika ingin menggunakannya sebagai air untuk dikonsumsi, diperlukan penampungan yang higienis, pengolahan yang sesuai serta pemeriksaan kualitas air secara berkala.[JX/Stella]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut