Jakarta, JIA XIANG - Mobil elektrik di Tanah Air semakin diminati. Sejumlah produsen mobil listrik, yang menjadi peserta Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, mengungkap pembelian mobil elektrik cukup signifikan.
Baic, produsen otomotif asal China, menutup pameran dengan mengeluarkan surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 407 lembar.
Dari SPK sebanyak itu, menurut Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya, Baic T1 tercatat mendapatkan pesanan terbanyak.
Sebagai kendaraan elektrik pertama dari Baic di Indonesia, paparnya,T1 langsung berhasil menarik perhatian konsumen melalui kombinasi desain modern, kabin yang lapang, teknologi pintar, serta value for money yang kompetitif.
Baic T1 mendapatkan pesanan sebanyak 139 unit.
Chery, juga mobil elektrik dari China, mencatat total pemesanan kendaraan yang fantastis.
Menurut Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania, sebanyak 3.500 unit telah dipesan.
Jumlah tersebut, tuturnya, meningkat sekitar 63 persen dibandingkan gelaran GIIAS tahun lalu.
Dari total pemesanan itu, Chery Q, mobil listrik terbaru besutan perusahaan tersebut, menyumbang setengahnya atau 1.750 unit.
Chery Q, model mobil listrik ketiga perusahaan itu di pasar Indonesia, dibekali baterai berkapasitas 42,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 km berdasarkan perhitungan NEDC.
Mobil itu juga memiliki teknologi pengisian daya cepat yang memungkinkan waktu pengisian daya dari 30 hingga 80 persen kapasitas baterai rampung hanya dalam 16,5 menit.
Sementara itu Aira EV, mobil listrik terbaru besutan Wuling yang berkonsep mobil mini perkotaan, menyumbang sekitar 68 persen, atau 2.238 unit, dari total pemesanan selama GIIAS 2026.
"Kami berharap kehadiran Aira EV dapat semakin memberikan pilihan mobilitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," ujar Direktur Operasi Penjualan Wuling Motors Kharismawan Awangga dalam pernyataan resminya.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun membeberkan bahwa penjualan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026.
Sejak Januari hingga Juli, penjualan mobil listrik tercatat naik 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut data wholesale Gaikindo, distribusi mobil listrik ke dealer selama Januari-Juli 2026 mencapai 87.758 unit.
Sedangkan pengiriman unit pada tujuh bulan tahun lalu hanya 44.404 unit.
Tren positif juga terekam secara bulanan yaitu pada Juli 2026 mencapai 13.972 unit, dan satu bulan sebelumnya sebanyak 12.701 unit.
Sementara itu, kenaikan distribusi dari pabrik ke dealer atau wholesales cukup selaras dengan tingkat produksi mobil listrik yang terus mengalami pertumbuhan hingga Juli 2026.
Gaikindo mencatat angka produksi mobil listrik pada Januari-Juli 2026 mencapai 42.363 unit, naik 237,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan kendaraan listrik semakin diserap pasar.
Kenaikan penjualan juga didorong oleh semakin beragamnya pilihan mobil listrik, mulai dari mobil listrik berukuran kecil dengan harga terjangkau, model SUV, hingga MPV listrik premium yang didominasi merek China.[JX/Win]


Posting Komentar