Jakarta, JIA XIANG - Bayi panda raksasa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupsten Bogor. Jawa Barat, tampak menggemaskan saat diperlihatkan ke para pengunjung, awal Juni 2026.
Satrio Wiratama atau Rio, demikian nama panda kecil yang lahir pada November 2025, seperti boneka hidup.
Hewan tersebut membuat Istana Panda Cisarua semakin menarik untuk dikunjungi.
Untuk membuat panda kecil itu tampil ke publik bukan tanpa persiapan. Sebab, sejak kelahirannya, hewan itu menjalani masa pengasuhan dan pemantauan intensif bersama induknya.
Menurut Jansen Manansang, Pendiri TSI, tak bisa dilakukan asal-asalan untuk menampilkan Rio ke para pengunjung mengingat upaya pengembangbiakannya tidak mudah.
Ketika induk panda beranak, untuk menunjukan ke publik juga dilakukan persiapan. Masyarakat bisa melihatnya ketika bayi panda berusia 199 hari atau mendekati enam bulan, sesuai standar pengelolaan panda yang diterapkan secara internasional.
Begitu pula untuk penampilannya awal Juni 2026. Rio bisa disaksikan pengunjung setelah memenuhi standar kesejahteraan satwa, termasuk memastikan kondisi kesehatan dan ikatan emosional antara induk dan anak berkembang dengan baik.
“Kami mengikuti regulasi kesehatan dan kesejahteraan satwa yang sangat ketat. Bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga bagaimana ikatan antara induk dan anak terbangun secara alami tanpa paksaan,” kata Jansen.
Tentang upaya pengembangbiakan, Jansen mengungkapkan bahwa
TSI telah beberapa kali mengalami kegagalan dalam upaya pengembangbiakan panda.
"Ini yang keempat kali berhasil. Tiga kali sebelumnya gagal. Kami belajar dari para ahli, sehingga Indonesia kini bisa bangga karena kemampuan konservasi kita semakin diakui dunia,” katanya.
Keberhasilan kelahiran Rio, tuturnya, merupakan hasil kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi reproduksi satwa, serta pendampingan para ahli dari China dan sejumlah negara lain.
“Ini menjadi bukti bahwa kita sudah mampu menghasilkan keturunan panda melalui kerja sama yang baik, baik dari sisi teknologi, ilmu kedokteran, pengembangbiakan, hingga menjaga perilaku satwa dan ekologi,” ucap Jansen.[JX/antaranews.com/Win]


Posting Komentar