Shanghai yang Bersih: antara Disiplin dan Filosofi Hidup

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Tak salah menilai bila kita katakan Kota Shanghai termasuk salah satu kota terbersih di Tiongkok. 

Mengapa tidak? Jalanan dan trotoar tidak dipenuhi sampah, apalagi berserakan di mana-mana.

Tak jarang kita melihat petugas kebersihan mengelilingi tempat-tempat yang ramai. 

Mereka tidak hanya berdiri mengawasi, tetapi selalu siap bekerja. 

Tangan kanan memegang sapu, sedangkan tangan kiri membawa tempat sampah.



Mereka berjalan menyusuri jalan, menjaga agar kebersihan kota tetap terpelihara.

Khusus di jalan protokol seperti Nanjing Road, The Bund, Xintiandi, dan Lujiazui, petugas kebersihan berseragam oranye tampak siap siaga. 

Mereka dengan sigap membersihkan setiap sampah kecil yang terbuang, sehingga kawasan tersebut selalu terlihat rapi dan nyaman.

Di Nanjing Road, saya juga melihat banyak lapak-lapak kecil berjejer menjual berbagai barang. 

Tak hanya makanan dan minuman, tetapi juga pernak-pernik, oleh-oleh, serta hiasan dinding. Namun, tidak terlihat sampah yang terbuang di trotoar maupun jalanan.


Saya pun terpikir, apakah kini kebersihan sudah menjadi salah satu filosofi hidup masyarakat Shanghai, atau hanya merupakan hasil dari kedisiplinan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Tiongkok saat ini?***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut