Semangkuk Mi Shanghai nan Lezat di Tepi Sungai Huangpu

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Tiongkok memiliki beragam jenis mi, seiring dengan keberagaman budaya dari 56 kelompok etnis yang diakui secara resmi. 

Setiap etnis mewariskan tradisi kuliner, termasuk aneka mi dengan bahan, bentuk, teknik pembuatan, dan cita rasa yang khas.

Antara satu etnis dengan etnis lainnya terjadi saling pengaruh dan percampuran budaya selama berabad-abad. 

Dari proses inilah lahir berbagai resep mi yang berbeda di berbagai daerah.



Namun, karena etnis Han mencakup sekitar 91 persen dari jumlah penduduk Tiongkok, tradisi mi dari etnis Han menjadi yang paling dominan dan paling banyak dijumpai di pasaran.

Lalu, mana yang paling enak, autentik, dan lezat? 

Jawabannya tentu berbeda bagi setiap orang. Masing-masing etnis memiliki resep, teknik memasak, dan karakter rasa yang mencerminkan sejarah serta budayanya.

Keragaman itulah yang menjadikan dunia mi Tiongkok begitu kaya dan menarik untuk dijelajahi.


Mi Shanghai memiliki ciri khas berupa mi gandum yang bulat, agak tebal, bertekstur lembut, namun tetap kenyal saat digigit. 

Cita rasanya cenderung ringan dengan perpaduan gurih dan sedikit manis, khas masakan Shanghai. 

Aneka topping pun melengkapinya, mulai dari daging, udang, sayuran hijau, hingga olahan kepiting.

Selama berada di Shanghai, aku lebih senang menikmati mi di kedai-kedai sederhana yang tersebar di kawasan permukiman. 

Tempatnya mungkin tidak mewah, tetapi justru di sanalah sering ditemukan semangkuk mi dengan rasa yang otentik.




Bahkan, tidak sedikit kedai sederhana yang memperoleh penghargaan berkat kualitas masakan yang konsisten dengan harga yang tetap bersahabat.

Salah satu yang aku kunjungi  adalah Lai Lai, sebuah rumah makan di kawasan Nanjing Road. 

Di sana saya memilih semangkuk mi Shanghai dengan topping kuah kepiting. 

Aroma kaldu yang harum berpadu dengan daging kepiting yang manis alami menghadirkan cita rasa yang kaya namun tetap lembut. 

Tekstur mi yang kenyal membuat setiap suapan terasa semakin nikmat.



Pengalaman serupa aku  rasakan ketika menikmati semangkuk mi Shanghai di sebuah kedai kecil di kawasan Bund. 

Di tengah suasana tepian Sungai Huangpu yang ramai oleh wisatawan dan berlatar gedung-gedung bersejarah, semangkuk mi hangat menjadi penutup perjalanan yang sederhana, tetapi meninggalkan kesan mendalam tak terlupakan.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut