Mengapa Ada Buah yang Hanya Berbuah Sekali Setahun? Ini Penjelasannya

Jakarta, JIA XIANG - Musim buah menjadi momen yang paling dinantikan banyak orang. 

Saat musim manggis tiba, berbagai daerah penghasil mulai dipenuhi buah berkulit ungu dengan daging putih yang manis dan segar. 

Di pasar tradisional maupun supermarket, manggis biasanya lebih mudah ditemukan dengan harga yang lebih terjangkau karena jumlah panennya sedang melimpah. 

Begitu pula ketika musim durian atau rambutan datang, hasil panennya meningkat sehingga banyak orang memanfaatkan momen tersebut untuk menikmati buah favorit mereka.

Setiap musim buah memang memiliki daya tarik tersendiri. 

Selain pilihan buah yang lebih beragam, kualitas buah yang dipanen saat musimnya juga umumnya lebih baik karena tumbuh dalam kondisi yang sesuai.

Tidak heran jika banyak orang sengaja menunggu musim tertentu untuk membeli atau menikmati buah-buahan favorit mereka.

Menariknya, tidak semua buah bisa dipanen kapan saja. 

Ada beberapa jenis tanaman buah yang hanya menghasilkan panen sekali dalam setahun. 

Setelah musim panennya berakhir, pohon akan kembali menjalani masa pertumbuhan hingga akhirnya siap berbunga dan berbuah lagi pada musim berikutnya.

Inilah yang membuat beberapa buah hanya tersedia melimpah pada waktu-waktu tertentu.

Alasan utama mengapa sebagian tanaman hanya berbuah sekali setahun adalah karena mereka mengikuti siklus musim. 

Meskipun Indonesia hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau, perubahan cuaca tersebut sudah cukup menjadi penanda bagi banyak tanaman untuk mulai tumbuh.

Contohnya ketika kondisi lingkungan dianggap ideal, tanaman akan memulai proses pembentukan bunga.

Setelah bunga berhasil diserbuki, barulah buah mulai berkembang hingga akhirnya siap dipanen. 

Karena kondisi terbaik ini biasanya hanya datang satu kali dalam setahun, maka tanaman pun hanya menghasilkan satu musim panen.

Menghasilkan buah bukanlah pekerjaan ringan bagi tanaman. 

Tanaman harus mengumpulkan cadangan makanan hasil fotosintesis untuk membentuk bunga, buah dan biji. 

Setelah panen selesai, cadangan energi tersebut biasanya berkurang cukup banyak. 

Karena itu, tanaman membutuhkan waktu untuk memulihkan diri sebelum kembali berbuah. 

Proses pengisian energi inilah yang membuat banyak pohon buah tidak langsung menghasilkan buah lagi setelah panen.

Beberapa jenis tanaman juga membutuhkan kondisi cuaca tertentu agar bisa mulai tumbuh. 

Ada yang memerlukan periode kemarau lebih dulu, ada pula yang membutuhkan perubahan suhu atau kelembapan udara. 

Jika syarat tersebut belum terpenuhi, tanaman akan menunda proses pertumbuhwn. Akibatnya, buah juga tidak akan tumbuh. 

Itulah sebabnya musim yang tidak menentu terkadang membuat hasil panen menjadi berkurang atau bahkan terlambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebenarnya, saat ini banyak petani menggunakan berbagai teknik budidaya agar tanaman dapat berbuah di luar musim. 

Caranya antara lain dengan mengatur penyiraman, melakukan pemangkasan, memberikan pupuk pada waktu yang tepat hingga menggunakan zat pengatur tumbuhan. 

Meski begitu, teknik tersebut tetap harus dilakukan dengan benar. Jika dipaksakan terlalu sering, maka tanaman bisa mengalami stres sehingga pertumbuhan dan hasil panennya justru menurun. 

Jadi, ketika buah favoritmu sedang memasuki musimnya, kamu kini tahu bahwa di balik setiap buah yang dipetik terdapat proses panjang yang telah dipersiapkan oleh alam selama berbulan-bulan.

Karena itu, saat buah favorit sedang memasuki musimnya, ada baiknya kita memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati buah yang masih segar dan berkualitas.[JX/Stella]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut