Menelusuri Hidangan Rekomendasi Michelin. Begini Hasilnya

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Pertanyaan ini mungkin bukan pertanyaan sepele. Sebab, tidak ada jawaban yang benar-benar seragam. 

Bahkan lembaga internasional bergengsi yang bermarkas di Prancis, Michelin, mungkin harus berpikir dua kali untuk menjawab dengan tegas: ya.

Lalu, apa sebenarnya yang dinilai oleh Michelin? Apakah kemewahan sebuah restoran? 

Kelezatan masakannya? Ataukah perpaduan antara kualitas bahan, teknik memasak, dan pengalaman bersantap yang ditawarkan?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana menilai apakah sebuah makanan enak atau tidak. 

Michelin bukan lembaga yang menentukan selera manusia, karena rasa merupakan pengalaman pribadi yang dipengaruhi oleh banyak hal: budaya, kebiasaan, kenangan, bahkan emosi seseorang ketika menikmati makanan.


Kebetulan, saat ini saya berada di Bangkok. Beberapa rekomendasi Michelin saya telusuri, lalu saya memilih beberapa tempat makan yang menyajikan hidangan sesuai selera. 

Salah satunya adalah sebuah kedai bakso dan wonton babi yang cukup populer.

Karena berada di Thailand, saya memesan semangkuk sup bihun bakso tom yam. 

Dalam bayangan saya, hidangan ini akan menghadirkan cita rasa yang kuat—pedas, asam, harum rempah, sekaligus menggugah selera. 

Namun, kenyataannya sedikit berbeda. Kuah tom yam yang saya cicipi justru terasa kurang “menggigit”.


Seolah-olah bumbu dan rempahnya sengaja ditahan, sehingga karakter tom yam yang biasanya berani terasa sedikit ragu-ragu.

Sebaliknya, isian daging cincang dan bakso babinya justru tampil memikat. 

Teksturnya kenyal, gurih, dan lembut, tanpa kesan keras sedikit pun. Yang paling mengejutkan adalah wontonnya. Hidangan sederhana itu benar-benar membangkitkan selera.

Kulitnya tipis dan lembut, menyatu sempurna dengan isiannya tanpa meninggalkan rasa canggung di lidah. 

Ketika digigit, aroma dan cita rasa daging babinya terasa alami, kaya, dan semakin nikmat setiap kali dikunyah.


Pengalamanku makan di Rung Rueang bakso  noodle tak semestinya sama dengan rasa lidah lembaga  Michelin, meskipun kedai ini mendapat penghargaan Bib Gourmand.***


Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut