Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Kehidupan kota-kota metropolitan dunia pada pagi hari, sebelum matahari terbit, boleh jadi tak selalu seperti yang kita bayangkan.
Ada yang sebagian masyarakatnya masih dalam peraduan bersama guling di sisinya, menantikan ayam berkokok memanggil matahari.
Seperti kehidupan pagi hari Kota New York di Amerika Serikat dan kota-kota di Eropa salah satunya Perancis.
Di sana tak tampak penuh energi. Pagi tak tampak begitu ramai.
Kontras dengan Kota Shanghai. Kehidupan manusianya bergerak seperti mesin yang tak perlu jam berdetik untuk memulai aktivitas.
Pagi telah penuh kegiatan. Para pedagang telah siap dengan lapaknya.
Berbagai jenis makanan telah menunggu orang lalu-lalang yang berbelanja.
Tak ada yang berpangku tangan. Hidup seolah tak menunggu kesempatan datang.
Aku berjalan di antara dua sisi. Di satu sisi, gedung pencakar langit berlomba-lomba menggapai langit.
Di sisi lain, perumahan penduduk masih tampak dengan pakaian-pakaian yang bergantungan.
Apakah ini gambaran kesenjangan hidup di antara warga Shanghai, atau hanya perbedaan perencanaan tata kota yang menghendaki adanya permukiman di pinggir kota?
Suatu pertanyaan yang masih menjadi teka-teki bagi pengunjung dari luar kota yang datang ke Kota Shanghai.***
















Posting Komentar