Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Manner Coffee mungkin bukan nama yang begitu akrab di telinga pecinta kopi dunia.
Popularitasnya memang belum menyamai Starbucks, Arabica, atau The Coffee Bean & Tea Leaf.
Namun, di Tiongkok, Manner Coffee telah menjelma menjadi salah satu jaringan kedai kopi yang paling diperhitungkan.
Didirikan di Shanghai pada tahun 2015, Manner Coffee tumbuh sangat pesat.
Kini, jaringan ini telah memiliki lebih dari 2.000 gerai yang tersebar di berbagai kota di Tiongkok.
Angka yang fantastis untuk sebuah merek kopi lokal yang memulai perjalanannya dari sebuah kedai kecil di Shanghai.
Aku pun memutuskan untuk mencoba secangkir Americano. Harganya 15 yuan, cukup terjangkau untuk ukuran sebuah kedai kopi yang mengusung konsep specialty coffee.
Dari aroma, kopi ini tidak sekuat atau sewangi racikan Starbucks.
Namun, setelah tegukan pertama, aku menemukan karakter yang berbeda. Rasanya lebih pahit, dengan sentuhan gurih yang nyaris terasa asin di ujung lidah.
Mungkin, karakter rasa itulah yang ditawarkan Manner Coffee kepada para pelanggannya.
Dan melihat perkembangan Manner coffee, tampaknya, lidah masyarakat Tiongkok dapat menerimanya dengan baik.
Pada akhirnya, secangkir kopi tidak hanya dinilai dari aroma atau cita rasanya semata.
Suasana, pengalaman, bahkan emosi saat menikmatinya sering kali ikut menentukan apakah kopi itu terasa istimewa atau tidak.
Bagi aku, Manner Coffee menyuguhkan pengalaman yang menyenangkan.
Belum tentu semua orang memiliki penilaian yang sama, karena selera memang bersifat pribadi.
Namun, satu hal yang pasti, Manner Coffee bukanlah pemain kecil.
Dengan kualitas yang konsisten, harga yang pantas, dan jaringan gerai yang terus berkembang, merek lokal ini menunjukkan bahwa ia mampu bersaing dengan nama-nama besar dari luar negeri.***






Posting Komentar