Atasi Sampah di Kabupaten Bandung, RDF Dimanfaatkan dan Pilah Sampah

Jakarta, JIA XIANG - Persoalan sampah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hendak diatasi dengan memanfaatkan teknologi pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF).

Sebelum RFD digunakan, pemerintah setempat mengimbau warga agar memilah sampah antara organik dan non-organik.

Menurut Kepala Bidang DLH Kabupaten Bandung Abdul Wahid Fauzy di Bandung,  pemilahan sampah menjadi kunci dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah.

Sebab, sampah yang tercampur akan menyulitkan proses pengolahan lebih lanjut dengan RDF.

“Persoalan terbesar kami di DLH itu adalah ketika pengangkutan pun masih diterima sampah campur. Sebetulnya musuh terbesar kami itu adalah sampah campur,” katanya, Sabtu (18/7/2026).

Lebih lanjut tentang penggunaan RDF, dijelaskan bahwa pemanfaatan mesin pengolah sampah itu dengan pendampingan Bank Dunia.

Agar penggunaan RDF optimal, tuturnya, sampah yang akan diolah harus sudah terpilah antara organik dan non-organik.

“Mesin RDF itu kalau sampah campur seperti ini tidak mungkin dilakukan,” ujarnya.

Untuk diketahui, timbulan sampah per hari di Kabupaten Bandung sekitar 1.600 ton. Dari jumlah tersebut, 20 persennya atau sekitar 320 ton diperkirakan menjadi residu.

"Dari sampah yang ada, 20 persen pasti itu residu. Dan residu itu apabila dari awal sudah terkelola juga akan bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara teknologi RDF hanya bisa mengolah sampah kering.

"Sampah-sampah yang diperlukan untuk kebutuhan itu sebetulnya sampah non-organik kering yang memang sudah terpilah dari awal,” katanya.[JX/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut