Manfaat dan Resiko Makan-Makanan Pedas yang Perlu Diketahui

Jakarta, JIA XIANG - Bicara soal makanan pedas, rasanya sulit dipisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia.

Bagi beberapa orang Indonesia, makan tanpa sambal rasanya seperti ada yang kurang. Sama halnya dengan makan lauk tanpa nasi. 

Bahkan, tidak sedikit orang yang mengaku kurang selera makan jika makanan yang disantap tidak pedas atau tidak ada sambal sama sekali.

Tidak sedikit pula yang selalu menambahkan cabai ke hampir setiap menu yang disantap, mulai dari sarapan hingga makan malam.

Bagi mereka, sensasi pedas bukan hanya soal rasa, tetapi sudah menjadi bagian dari kenikmatan saat makan.

Sensasi pedas memang mampu membuat makanan terasa lebih nikmat. 

Meski begitu, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas setiap hari tetap perlu diperhatikan karena dapat memberikan manfaat sekaligus risiko bagi kesehatan.

Makan-makanan pedas memang dapat membantu meningkatkan nafsu makan. 

Ketika tubuh merespons rasa pedas, otak juga dapat melepaskan hormon endorfin yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. 

Inilah salah satu alasan, mengapa banyak orang merasa ketagihan, puas dan semangat makan setelah makan-makanan pedas.

Capsaicin dalam cabai diketahui juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh untuk sementara waktu. 

Efeknya memang tidak besar, tetapi dapat membantu tubuh menggunakan energi dengan lebih aktif. 

Meski terdengar aneh, banyak orang justru merasa lebih segar setelah makan-makanan pedas. 

Hal ini terjadi karena tubuh mengeluarkan keringat sebagai respons terhadap sensasi panas yang dirasakan.

Di balik berbagai manfaatnya, makan-makanan pedas tetap perlu dinikmati dengan bijak. 

Bagi sebagian orang yang pencernaannya sensitif, makan-makanan pedas dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung atau usus. 

Gejalanya bisa berupa perut mulas, kembung hingga rasa panas yang membuat area perut tidak nyaman.

Terlalu banyak makan-makanan pedas dalam satu waktu dapat mempercepat kerja saluran pencernaan. 

Tapi akibatnya, beberapa orang bisa mengalami diare atau keinginan buang air besar yang lebih sering.

Selain itu, orang yang memiliki masalah lambung, maag atau gangguan pencernaan lainnya biasanya perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi makanan pedas karena gejalanya bisa menjadi lebih parah.

Makan-makanan pedas sesekali atau dalam jumlah yang masih bisa ditoleransi tubuh umumnya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang. 

Namun hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan mengonsumsi makanan super pedas setiap hari tanpa memperhatikan kondisi tubuh. 

Setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda. Ada yang bisa menikmati sambal dalam jumlah banyak tanpa masalah, tetapi ada juga yang langsung merasakan gangguan pencernaan setelah makan sambal sedikit saja.

Oleh karena itu, pentingnya untuk peka dengan sinyal yang diberikan tubuh. 

Jika mulai muncul keluhan seperti perut sering terasa tidak nyaman, nyeri lambung atau gangguan pencernaan lainnya, mungkin sudah saatnya mengurangi tingkat kepedasan makanan yang dikonsumsi.

Menikmati makanan pedas tentu tidak masalah, selama dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing. 

Karena pada akhirnya, tujuan makan-makanan pedas bukan hanya untuk menambah cita rasa pada makanan, tetapi juga untuk menjaga tubuh tetap sehat.[JX/Stella]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut