Jakarta, JIA XIANG - Teh bukan sekadar minuman. Mulai dari pemetikan daun teh, proses pengeringan dan produksinya hingga penghidangannya sebagai minuman ada tradisi yang menjadi budaya.
Warga dari berbagai penjuru dunia pun suka minum teh. Sebagai penghargaan, pada tanggal 21 Mei dunia merayakan Hari Teh Internasional.
Di Jakarta, atas prakarsa Kedutaan Besar China di Indonesia, pada tanggal tersebut, dirayakan Hari Teh Internasional.
Diselenggarakan di kawasan SCBD Jakarta, perayaan bertema "Tea for Harmony, Shared Beauty" dihadiri tamu dari berbagai negara.
Melalui perayaan itu hendak memperlihatkan secara nyata warisan mendalam dan vitalitas kontemporer budaya teh tradisional China, sekaligus mempromosikan gagasan harmoni dalam keberagaman, hidup berdampingan secara harmonis, dan keindahan bersama.
Sejumlah pembicara tampil dalam ceramah tentang budaya teh. Selain itu ada pertunjukan seni teh, pengalaman warisan budaya takbenda, serta sesi mencicipi teh.
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan bahwa teh mengandung makna peradaban dan menyampaikan pesan perdamaian yang melampaui batas negara.
Teh, tuturnya, adalah tentang harmoni antara manusia dan alam, sekaligus mewujudkan nilai-nilai manfaat bersama dan inklusivitas.
Menurut dia, Hari Teh Internasional harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjaga persahabatan dan lebih memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain.
Sementara itu Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan, kebudayaan berkembang melalui dialog, adaptasi, dan saling menghormati.
Menurut dia, acara ini menunjukkan bagaimana teh, yang sederhana namun mendalam, dapat menjadi jembatan antarperadaban.[JX/antaranews.com/Win]


Posting Komentar