Jakarta, JIA XIANG - Mobil listrik yang digunakan pemudik untuk tumpangan berlebaran tahun 2026 di kampung halaman dipastikan naik.
Hal tersebut diketahui dari dua indikator, yakni jumlah transaksi pengisian kendaraan listrik (_Electric Vehicle_/EV) mencapai 18.088 kali dengan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt hour (kWh).
Kedua indikator tersebut meningkat 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai meningkatnya transaksi tersebut menunjukkan penggunaan kendaraan listrik yang semakin berkembang di Indonesia.
Menurut dia, perkembangan tersebut turut didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur SPKLU di berbagai wilayah.
“Dibandingkan dengan tahun kemarin, memang belum semasif sekarang. Ini terjadi karena memang industri daripada mobil listrik ini belum sebaik sekarang. Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya _enggak_ kita bangun,” ujarnya di sela kunjungannya ke SPKLU Rest Area KM 519B, Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa tingginya transaksi harian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap keandalan infrastruktur kendaraan listrik yang disediakan PLN bersama mitra, terutama saat momentum mudik Idulfitri.
“Lebih dari sekadar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Darmawan seperti dikutip dari ruangenergi.com.
Seiring pertumbuhan adopsi EV di Tanah Air, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer.
Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik baik jalur tol maupun non-tol, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idul Fitri tahun sebelumnya.
Selain it juga disiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis _exit_ tol untuk mengantisipasi pengguna EV yang membutuhkan pengisian daya darurat.
PLN meningkatkan pula kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi telah ditingkatkan dari _standard charging_ menjadi _fast charging_ hingga _ultra fast charging_ untuk mempercepat proses pengisian.
“Upaya peningkatan kualitas layanan ini juga diiringi dengan penguatan ekosistem layanan digital, melalui fitur _Electric Vehicle Digital Services_ (EVDS) di aplikasi PLN Mobile,” ucapnya.
Pengguna EV pun dimanjakan oleh layanan digital di aplikasi PLN Mobile, seperti fitur Trip Planner yang membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU sepanjang rute yang dilalui termasuk ketersediaan konektor, dan juga fitur AntreEV yang memungkinkan pemantauan antrean pengisian daya secara _real time_.[JX/Win]


Posting Komentar