Jakarta, JIA XIANG - Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang digelar awal tahun, diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pelaku industri, mulai dari produsen, distributor, hingga sektor pendukung lainnya.
Menurut Project Manager IIMS 2026 Rudi MF, harapan tersebut atas dasar produk yang ditampilkan semakin beragam, dan merek yang berpartisipasi dan produk pendukung jumlahnya bertambah.
Maka transaksi dalam IIMS 2026 ditargetkan sebesar Rp8 triliun.
"Kita targetnya Rp8 triliun total transaksi kita upayakan di tahun ini. Optimistis, karena jumlah barangnya makin banyak.” ujar Rudi MF di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Namun Rudi menekankan bahwa peran IIMS tidak hanya diukur dari nilai transaksi semata, tetapi juga sebagai pemicu pergerakan industri otomotif secara keseluruhan.
“Yang paling penting karena ini awal tahun, mudah-mudahan ini jadi stimulus buat industri ke belakangnya. Kalau di sini baik, kedepannya terus baik,” tutur Rudi.
IIMS 2026 akan berlangsung pada tanggal 5 hingga 15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, IIMS 2026 digelar dengan skala yang lebih besar, peserta yang semakin beragam, serta program yang lebih luas dan relevan dengan pengembangan industri maupun gaya hidup masyarakat.
"Bagi kami, IIMS bukan sekadar pameran. IIMS adalah platform kolaborasi industri, tempat pelaku industri bertemu dengan konsumen, tempat inovasi diperkenalkan, gagasan dibangun, dan ekosistem otomotif Indonesia bergerak bersama,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, IIMS juga mengusung konsep sportainment, yang memadukan otomotif dengan olahraga, hiburan, dan gaya hidup aktif.
Konsep ini dihadirkan agar IIMS semakin inklusif, atraktif, dan mampu menjangkau generasi baru.[JX/Win]


Posting Komentar