Kesan dari Tibet (1): Negeri Nyaris Tanpa Oksigen

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Banyak julukan disematkan pada wilayah yang kini berada di bawah kekuasaan Tiongkok. 

Apa sebutannya? Negeri penuh biara, negeri di atas langit, negeri tanpa rambut, atau bahkan negeri sejuta biksu.

Mana yang benar? Tak ada yang pasti.

Sering pula Tibet disebut sebagai negeri mistik, atau tanah spiritual paling sunyi di dunia.

Tapi, apa makna di balik semua itu? Mengapa begitu banyak nama? Namun semuanya terasa seperti bayang-bayang dari sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

Aku justru semakin penasaran.Kepalaku penuh pertanyaan. 

Aku khawatir nafasku mendadak berhenti—bagai jam dinding yang kehabisan baterai. Diam, tak bersuara. 

Tapi tetap tergantung di dinding, seolah segalanya baik-baik saja.

Banyak informasi beredar bahwa negeri ini kekurangan oksigen, betulkah? 

Kalau ya, bagaimana manusia bisa bertahan hidup di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut? 

Apakah mereka membutuhkan alat bantu untuk bernafas?

Atau, tubuh mereka telah terbiasa diajar oleh waktu dan keseharian untuk  hidup dalam udara setipis ini?


Banyak rintangan, kata orang. Bahkan untuk masuk ke wilayah Tibet saja, perlu izin khusus.

Izin apa? Aku tidak tahu pasti.

Aku datang ke sini bukan sebagai solo traveler, tapi bersama rombongan.

Menurut pemandu kami, “Anda  perlu mengurus izin khusus.”

Kenapa? Apa yang dikhawatirkan?

Saat itulah aku sadar, politik dan wisata telah menyatu di tempat ini.

Sudah sejak lama, nama Tibet tak bisa dilepaskan dari satu sosok: Dalai Lama.

Aku bukan seorang politikus, aku juga bukan seorang pengamat. Yang kuinginkan hanya satu yaitu wisata. 

Apa perlu tahu ini dan itu? Aku hanya dengar dari jauh Tibet itu negara mistik dan spiritual. Bagaimana wujudnya

Tapi aku ke sini  bukan untuk mencari mistik. Aku pun datang bukan ingin meminta ini dan itu. 

Tujuanku sederhana hanya mendengar celoteh dunia selama ini yang samar terdengar.

Itulah yang perlu kurenungi tanpa henti.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut