Mahathir Mohamad di Usianya yang ke-100 tahun, Begini Pola Hidup Sehat

Jakarta, JIA XIANG - Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menginjak usia genap 100 tahun pada perayaan hari ulang tahun (10/7/2025). Mahathir Mohamad lahir di Alor Selar, Kedah pada 19 Juli tahun 1925, yang mana ini merupakan salah satu tokoh dunia yang melihat banyak perubahan dunia. 

Diketahui, Mahathir adalah mantan PM Malaysia keempat dan ketujuh. Dia memimpin Negeri Jiran dari 1981 hingga 2003 dan pada 2018 hingga 2020. Mahathir menjadi pemimpin dunia tertua ketika menjabat PM Malaysia pada 2018 di usianya yang ke-92 tahun. 

Mahathir juga merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Raja Edward VII Universitas Malaya, Singapura. Mahathir pertama kali terjun ke dunia politik pada tahun 1946 saat bergabung dengan United Malays National Organization (UMNO), partai politik terbesar Malaysia. Mahathir menjadi politikus pertama Malaysia yang datang dari latar belakang sederhana.

“Saya menerima banyak ucapan selamat ulang tahun ke-100, dan saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang mengirimkan kue, bunga, surat, dan yang hadir untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke-100. Menjadi 100 tahun itu cukup menakutkan,” ucap Mahathir lewat laman Facebook miliknya.

Mahathir sangat memperhatikan apa yang ia konsumsi. Salah satu nasihat dari sang ibu yang masih dia pegang teguh adalah: berhenti makan saat makanan terasa enak. Alasannya, makanan enak mendorong seseorang untuk makan berlebihan. 

"Yang terpenting adalah jangan sampai gemuk. Kalau Anda makan terlalu banyak, Anda jadi gemuk, itu membebani jantung Anda,” ujar Mahathir

Beliau tidak pernah membiarkan tubuhnya pasif. Dia percaya bahwa jika tubuh tidak digunakan, maka akan melemah. "Jika Anda tidak aktif (bergerak), itu akan melemahkan jantung, melemahkan tubuh Anda, dan melemahkan otot Anda," katanya. 

Latihan ringan seperti treadmill di pagi hari kerap ia lakukan untuk menjaga kebugaran fisiknya. Ia juga tidak pernah meninggalkan rutinitas pagi yang sehat.

"Saya akan melakukan sedikit latihan. Kemudian untuk sarapan, saya memakan sesuatu yang ringan, bukan sarapan berat sebelum saya pergi untuk bekerja," ujar Mahathir. 

Bagi Mahathir, itu bukan alasan untuk bermalas-malasan. Dia menyarankan agar para pensiunan tetap mencari aktivitas menarik agar fisik dan pikiran terus aktif.

"Ketika Anda pensiun, jangan hanya pulang untuk tidur. Tetapi, coba temukan sesuatu yang menarik untuk dilakukan agar diri Anda tetap aktif. Di waktu yang bersamaan juga, Anda harus menjaga pikiran Anda agar tetap aktif. Ini yang saya lakukan," kata Mahathir. 

Selain melatih fisik tubuh, Mahathir juga rutin melatih otak agar tetap tajam. Dia mengisi hari-harinya dengan membaca, menulis, dan berdiskusi dengan orang lain. "Jika Anda tidak berpikir, tidak menulis, membaca, dan berdiskusi, Anda tidak menggunakan otak Anda. Kemudian, kemampuan berpikir juga akan menurun," ujarnya. 

Satu hal lagi kebiasaan Mahathir yang paling penting untuk dicontoh adalah kemampuannya mengelola emosi. Ia menyadari bahwa kemarahan dan euforia yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan, terutama tekanan darah. 

"Saya tidak marah, saya mengatasinya dengan tenang. Awalnya memang sulit. Seiring berjalannya waktu, Anda akan lebih mudah untuk mengendalikan emosi Anda," ujarnya. 

Menurut Mahathir, menjaga kestabilan emosi bisa membantu seseorang menghadapi tantangan harian tanpa merusak kesehatan mental maupun fisik. 

Memang seharusnya seorang diri kita perlu memperhatikan kesehatan baik pola makan maupun pola hidup yang tentunya sehat. Jika tidak mau membebankan orang lain karena hal sepele, diri kita juga harus bisa menjaga raga sebelum hal itu terlambat.[JX/bsd] 

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut